Vaping Baik Untuk Jantung Sehingga Menjadi Sarana Berhenti Merokok

November 1, 2020 by Tidak ada Komentar

Vaping baik untuk jantung nampaknya semakin menjadi isu yang terpercaya khususnya di kalangan perokok baik yang sudah berat maupun masih pemula. Kelompok orang yang merokok mungkin saja bisa mengembalikan kondisi kesehatan jantungnya kembali seperti sedia kala apabila mencoba beralih ke vaping sejak dini.

Para peneliti sedang melakukan studi lebih lanjut, dan setidaknya pada satu bulan pertama mereka menemukan fakta bahwasanya vaping baik bagi jantung. Sebanyak 115 sukarelawan telah diambil datanya sebagai sampe penelitian dan hasilnya begitu membahagiakan karena terbukti mereka mengalami perbaikan performa jantung.

Vaping Baik Untuk Jantung Sehingga Menjadi Sarana Berhenti Merokok

115 volunteer tersebut awalnya diminta untuk berhenti merokok total selama periode penelitian sedang berlangsung agar tidak mengaburkan hasil data sampel. Kemudian sebagai gantinya, para peserta penelitian diwajibkan untuk mengonsumsi personal vaporizer selama program ‘puasa merokok’ sedang berlangsung sampai nanti penelitian dinyatakan selesai.

Bagaimanapun, sejumlah ilmuwan yang bertugas meneliti tingkat keamanan vaping mengungkapkan bahwa alat muktahir tersebut memang masih beresiko bagi kesehatan. Hanya saja, level ancaman yang dihasilkan dari akibat konsumsi rutin vape jauh lebih ringan apabila kita coba membandingkannya dengan merokok aktif selama puluhan tahun ke depan.

Yayasan Peduli Jantung asal negara Inggris menyatakan bahwasanya cara paling baik untuk menyelamatkan jantung anda yaitu dengan berhenti merokok. Lalu setelahnya putuskanlah untuk tidak mengonsumsi produk nikotin alternatif dalam bentuk apapun termasuk halnya dengan personal vaporizer.

Vaping Baik Untuk Jantung Bukan Berarti Bebas Dari Resiko Kesehatan

Vaping baik untuk jantung memang benar adanya, karena berbagai macam pakar kesehatan dari seluruh penjuru dunia telah mengakuinya walau masih malu – malu. Selain itu, terdapat juga hasil riset yang mengungkapkan kebenaran bahwa kandungan zat kimiawi dalam sebatang rokok memungkinkan terjadinya penyempitan saluran pada pembuluh darah manusia.

Pasalnya, ia merangsang dinding pembuluh darah untuk ‘memenjarakan’ lemak padanya sehingga lambat laun akan menimbun dan menutupi aliran darah. Ketika itu terjadi, cepat atau lambat orang tersebut akan segera terkena gagal jantung baik akibat penyumbatan maupun pecahnya pembuluh darah.

Vaping Baik Untuk Jantung Bukan Berarti Bebas Dari Resiko Kesehatan

Itulah sebabnya mengapa himbauan pemerintah selalu berbunyi sama saja di belahan dunia manapun, yaitu merokok sangat berbahaya bagi jantung. Kebiasaan menghisap rokok apalagi mencapai sebungkus setiap hari berpotensi meningkatkan terkena serangan jantung hingga dua kali lipat banyaknya.

Peneliti pun berujar bahwa mereka masih kurang puas dengan hasil penelitian yang selama ini telah mereka jalani selama bertahun – tahun. Pengamatan pada penggunaan vape masih sangat jauh dari kata cukup, apalagi topiknya selalu berputar pada sekitaran mengenai kesehatan jantung saja.

Oleh sebab itu, kali ini mereka mengganti subjek penelitian yang tadinya berfokus pada jantung kini lebih spesifik mengincar pembuluh darah. Mereka ingin mengetahui apa pengaruhnya konsumsi liquid vape yang rasanya mirip buah – buahan terhadap kesehatan pembulu darah manusia.

Menguak Fakta Terkait Kesehatan Pembuluh Darah Oleh Pengguna Vape

Setelah mengetahui bahwa vaping baik untuk jantung, sekarang giliran pembuluh darah yang menjadi objek penelitian para ilmuwan di seluruh dunia. Mereka ingin menguak fakta mengenai kesehatan manusia khususnya pembuluh darah apabila menjadi pengguna vape sehari – hari.

Apalagi sebentar lagi kita semua akan memasuki event besar yaitu peringatan hari vape nasional sehingga momennya dirasa sudah tepat. Metode yang digunakan yaitu pemantauan terhadap respon pembuluh darah ketika zat yang terkandung pada liquid vape bergerak melaluinya.

Menguak Fakta Terkait Vaping Baik Untuk Jantung

Benar saja, hasilnya pun persis seperti dugaan di mana pengaruh liquid vape pada pembuluh darah jauh lebih minim daripada perokok aktif semasa hidupnya. Memang bukan berarti ia normal, namun setidaknya kemampuan elastisitas si pembuluh darah itu sendiri belum sampai kepada tahap mengganggu seperti yang terjadi pada tar rokok.

Walau bagaimanapun, sebagai seorang ilmuwan yang mengemban tugas penting yaitu memajukan ilmu kesehatan umat manusia harus memiliki sikap analitis. Tidak boleh langsung puas begitu saja dengan hasil apa adanya, sehingga harus selalu berusaha menemukan pencerahan terbaru di masa depan.

Lagipula, betapapun vape menunjukkan hasil aman dan minim resiko bagi tubuh manusia, namun tetap saja kelompok tertentu sebaiknya menghindari vape. Misalnya saja seperti anak – anak di bawah usia 18 tahun serta ibu hamil, karena mereka sedang mengalami fase rentan di mana imunitasnya rapuh sehingga harus waspada mengonsumsi apapun termasuk vape.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *