Mencoba Beralih Dari Perokok Ke Personal Vaporizer

September 1, 2020 by Tidak ada Komentar

Personal Vaporizer – Kita semua sedang hidup pada masa yang serba maju dari berbagai sudut aspek kehidupan, termasuk urusan paru-paru. Teknologi yang semakin muktahir menciptakan banyak budaya baru yang belum pernah kita lihat sebelumnya selama 10 tahun ke belakang. Zaman sekarang, kita sudah tidak kaget lagi dengan kemunculan berita terbaru seputar penemuan di bidang teknologi.

Salah satu yang masih hangat diperbincangkan yaitu alat bantu bagi yang ingin mencoba beralih dari perokok aktif ke pengguna vape. Personal vaporizer dianggap sebagai salah satu solusi untuk meninggalkan kebiasaan merokok yang beresiko tinggi menyebabkan komplikasi penyakit. Mari kita kupas pembahasan tentang baik buruknya vape secara tajam, setajam silet.

Personal Vaporizer

Personal vaporizer dulunya lebih dikenal di kalangan masyarakat umum dengan sebutan rokok elektrik. Pada awal kemunculannya, alat ini merupakan semacam simulator rokok yang diklaim ramah lingkungan dan tidak menggunakan produk tembakau atau turunannya. Cara kerjanya adalah dengan memanaskan cairan khusus menggunakan bara yang dialiri kalor dari tenaga baterai.

Cairan yang naik suhunya perlahan menguap sehingga bisa dihirup dan hasil hembusannya pun mirip asap rokok. Karena berasal dari uap air, maka orang di sekitar pengguna vape tidak akan terganggu pernapasannya. Bahkan cloud dari hasil pemanasan liquid vape jauh lebih tebal dan memiliki aroma serta rasa beraneka macam. Menghisap personal vaporizer merupakan sarana rekreasi yang memiliki sensasi keasyikan tersendiri bagi yang menggunakannya.

Cara Kerja Dan Trivia Seputar Personal Vaporizer

Komponen dasar yang berperan penting pada cara kerja personal vaporizer ada tiga macam. Mereka ialah baterai rechargeable, atomizer sebagai perantara kalor, serta cartridge atau tank yang berisi liquid vape. Liquid ini terdiri dari dua susunan utama yaitu PG dan VG. PG memiliki rasa manis dan berfungsi sebagai pengikat flavor serta essence food grade, serta memiliki tekstur yang cukup encer.

Cara Kerja Dan Trivia Seputar Personal Vaporizer

Sementara VG cenderung tidak memiliki rasa alias tawar, fungsinya yaitu untuk memroduksi cloud atau uap dan bersifat kental. Kedua bahan utama ini nantinya akan ditambahkan kandungan nikotin dengan tujuan supaya harapannya si pengguna vape mau meninggalkan rokok biasa.

Kita semua tahu bahwa seseorang yang aktif berkegiatan mengonsumsi rokok disebut dengan merokok. Sementara pengguna vape menjalankan aktifitas yang dinamakan dengan vaping. Dalam perkembangannya, vape berevolusi dari sekedar tiruan rokok menjadi sebuah gadget yang keren dan kekinian sesuai gaya milenial.

Karena itu, dengan segera vape menjadi selebritis baru yang naik daun di kalangan anak muda dan remaja. Bahkan orang dewasa pun menyukai vape, mulai dari pekerja kantoran sampai sekelas direktur tidak ketinggalan mencicipi gaya hidup baru ini. Banyak pengguna vape mengaku puas dengan performa alat ini dalam membantu rencana mereka meninggalkan rokok.

Pro Dan Kontra Penggunaan Vape

Yang namanya kebiasaan baru pastilah ada pro dan kontra yang tercipta sebagai bahan pergunjingan masyarakat. Segala hal yang berbau inovasi pasti akan menjadi perdebatan hebat sebelum bisa diterima khalayak umum sebagai suatu budaya baru. Gojek waktu pertama kali didirikan kerap kali berseteru dengan ojek pangkalan dan tak jarang berakhir dengan baku hantam.

Pro Dan Kontra Penggunaan Personal Vaporizer

Ovo, Gopay, Dana, serta bermacam dompet digital lainnya telah memangsa pasar dari mesin EDC bank di market place. Grab car serta beragam taksi online membuat perusahaan taksi konvensional harus ketar ketir untuk berjuang hidup. Sementara itu, vape sedikit banyak telah mengusik zona nyaman industri rokok yang notabenenya adalah mesin penyumbang pajak terbesar di negara kita.

Pertarungan pun dimulai. Ada banyak testimonial dari pengguna vape merasa bersyukur karena bisa lepas total dari kebiasaan merokok yang sudah mendarah daging. Mereka juga mengklaim bahwa hasil scan organ paru-paru mereka menunjukkan jauh lebih bersih dan berfungsi normal pasca beralih ke vaping.

Masalahnya, belum banyak penelitian resmi dan jurnal terkait yang mau membahas kajian tentang vape secara lebih mendalam. Hal ini membuat regulasi vape di berbagai negara berada di posisi yang mengambang, antara boleh atau dilarang penggunaannya. Sebagian besar rakyat pun masih sangsi dan meragukan keamanan alat personal vaporizer itu sendiri.

Vape, Solusi Atau Masalah Baru?

Setelah sekian tahun hadir ke dunia, vape juga telah membawa tragedi ke para penggunanya. Saat masih baru sekitar di tahun pertama sejak kemunculannya, vape dilaporkan pernah beberapa kali memakan korban. Ada seorang anak yang mengalami luka bakar serius di bagian wajah akibat meledaknya alat vape saat sedang dihisap. Di lain cerita, lagi-lagi anak kecil harus masuk UGD di rumah sakit setelah kedapatan meminum cairan liquid.

vape Solusi Atau Masalah Baru

E-juice atau e-liquid secara metode penggunaan seharusnya tidak boleh dikonsumsi secara oral. Ironisnya, tujuan awal vape diciptakan sebagai solusi untuk membantu seseorang yang ketagihan merokok untuk bisa berhenti total malah berlaku sebaliknya. Personal vaporizer sering kali disalah gunakan remaja justru sebagai jembatan untuk mencicipi nikotin sebelum beralih ke rokok biasa. Dari sini kita bisa belajar, bahwa kemajuan teknologi tanpa diiringi literasi pendidikan yang matang justru malah menimbulkan masalah baru.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *