Kebenaran Klaim Vape Lebih Aman Daripada Merokok

September 6, 2020 by Tidak ada Komentar

Vape Lebih Aman – Merokok terlanjur mendarah daging dalam kegiatan umat manusia sehari-hari. Ratusan tahun lalu, hanya keturunan berdarah biru saja yang punya akses untuk merokok dengan bantuan pipa. Setelah Indonesia merdeka, rokok menjadi barang terjangkau sehinggga penetrasi pasar merasuki semua lapisan masyarakat.

Akibatnya muncullah masalah baru, yaitu bertambahnya populasi rakyat yang ketagihan terhadap rokok. Peringatan pemerintah akan bahaya merokok tidak menyurutkan niat perokok untuk berhenti menghisap si kecil mungil nan adiktif ini. Padahal ancaman kesehatan dari kegiatan merokok cukup mengerikan loh, misalnya resiko kanker serta penyakit jantung, atau menyebabkan kemandulan pada pria. Ibu hamil sambil meneruskan kebiasaan merokok pun berpotensi keguguran janinnya Vape Lebih Aman.

Berdasarkan hasil penelitian, perokok aktif di Indonesia menyentuh angka 90 juta jiwa loh! Jumlah menakjubkan tersebut membuat negara kita menuai prestasi sebagai urutan ketiga perokok terbanyak di dunia.

Kebenaran Klaim Vape Lebih Aman Daripada Merokok

Kemunculan rokok elektronik alias remaja kekinian lebih suka menyebutnya vape, membuat ketenaran rokok biasa menjadi agak tersingkirkan. Lewat grafik diagram, kurva pengguna vape naik secara signifikan sebesar 20 persen per tahun. Generasi milenial ini punya segudang alasan untuk beralih dari perokok tradisional menjadi vaping enthusiast. Sebagian dari mereka menganggap vape punya nilai kepraktisan yang lebih baik daripada rokok analog.

Sisanya lagi beralasan bahwa vaping tidak membosankan karena menghirup asapnya terasa manis seperti buah, mint, atau creamy. Menggunakan vape boleh saja selama dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan berusia dewasa minimal 18 tahun. Pasalnya, vaping itu punya resiko kesehatan serta tidak kalah berbahaya dibandingkan merokok konvensional loh. Anak-anak kategori belum cukup umur biasanya belum mampu membedakan apa saja yang baik dan buruk untuk mereka.

 

Perbedaan Besar Antara Vape Lebih Aman

Meskipun sama-sama melibatkan proses menghisap dan menghembuskan asap, terdapat sejumlah perbedaan besar antara vape dan rokok. Kita akan telusuri sembari belajar bersama melalui ulasan berikut ini.

 

  1. Perantara proses produksi asap

Perantara proses produksi asap

Vaporizer mengandalkan aliran listrik yang mengandung kalor untuk memanaskan liquid sehingga menghasilkan uap tebal. Sementara itu, rokok memanfaatkan api supaya lintingan tembakau dan cengkeh berubah menjadi bara berasap. Beda jauh ya?

 

  1. Sumber tenaga

Sumber tenaga Vape Lebih Aman

Supaya koil vape bisa memanas, ia perlu tenaga dari baterai rechargeable yang bisa diisi ulang. Kalau abang mu perokok sejati, sudah ada jaminan ia selalu sedia korek api dalam saku kemejanya. Mulai dari korek kayu batangan, lighter gas cair, atau model terbaru di mana a pinya menyerupai kompor gas warna warni. Apinya bisa berwarna merah, biru atau bahkan hijau. Keren deh pokoknya.

 

  1. Perbandingan rasa

Perbandingan rasa

Vape menang banyak kalau urusan variasi rasa daripada rokok umum. Seperti kami jelaskan barusan, liquid vape punya beraneka ragam flavor mulai dari jeruk, kopi, es krim, sampai minuman berenergi. Belakangan ini, industri rokok nampaknya tidak mau kalah dengan menyelipkan bola kecil berisi cairan perasa pada filternya. Walaupun masih kalah jauh, lumayanlah ketimbang sekedar rasa menthol aja. Bosen banget gak sih?

 

  1. Polusi udara

Polusi udara

Proses pembakaran pada rokok akan menghasilkan kepulan asap persis terbakarnya daun kering. Cukup mengganggu dan sukses membuat orang di sekitar perokok jadi bergerak menjauhinya. Sebaliknya, asap vape pada dasarnya berasal dari uap air sehingga tidak menimbulkan rasa sesak bagi penghirupnya. Lebih bersahabat dari segi polusi udara, namun tetap saja mengganggu penglihatan saking ngebul cloud nya.

 

  1. Pencemaran lingkungan

Pencemaran lingkungan

Produksi sampah yang ditimbulkan oleh masing-masing produk jelas berbeda jauh. Bila kalian perhatikan smoking area di tempat umum, puntung rokok berserakan di mana-mana. Bagaimana dengan vape? Tenang saudara-saudara, selesai penggunaan kita tinggal klik tombol off lalu masukkin deh ke saku celana. Praktis abis dah!

 

  1. Efisiensi dan sisi kepraktisan

Efisiensi dan sisi kepraktisan

Sering kali seorang perokok cuma gatal ingin menyedot barang 1 atau 2 kali hisapan rokok saja. Tapi mana bisa kayak gitu, rugi lah bandar. Ribetnya jadi perokok, kalau udah bakar sebatang rokok ya harus dihabiskan saat itu juga. Sementara pada kubu vape, kita bisa atur jumlah liquid yang mau dikonsumsi saat itu. Satu sampai dua hisapan bila terasa cukup, yaudah kantongin lagi aja. Mohon maaf guys, vape jelas lebih efisien dari sisi kepraktisan penggunaannya.

 

  1. Kadar Zat Kimia

Kadar Zat Kimia

Seperti himbauan pemerintah besar-besaran, kita sudah paham bahwa rokok konvensional terdapat ribuan kandungan zat kimia berbahaya bagi tubuh manusia. Jumlah ini jauh lebih sedikit ketika berbicara tentang vape, karena hanya melibatkan PG, VG, nikotin, serta perasa buatan food grade. Tapi lebih sedikit bukan berarti lebih aman ya. Keputusan paling bijak sudah jelas jika kita memilih untuk berhenti total dari sifat candu dan mulai memutuskan hidup sehat.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *